Jumat, 08 Maret 2019

MEMBUAT LAPORAN RENCANA KERJA


MEMBUAT LAPORAN RENCANA KERJA


Pengetahuan yang diperlukan dalam membuat laporan rencana kerja

1.  Penghimpunan serta pengkompilasian data kebutuhan bahan dan alat yang akan digunakan sesuai rencana kerja.
   Perencanaan usaha yang kita jalankan tentu tidak hanya sebatas sampai penyusunan kelayakan usaha saja, tetapi berlanjut sampai dengan adanya monitoring dan evaluasi. Jadi, setelah kita memiliki dan menganalisa studi kelayakan yang menurut kita sudah layak, maka diperlukan adanya penilaian dari pihak lain yang independent. Penilaian ini dapat menyimpulkan apakah rencana usaha kita layak atau tidak layak dikerjakan. Atau bahkan bisa terjadi pada titik tengah antara layak dan tidak layak. Tahap ini merupakan tahap terakhir yang wajib dilakukan. Jika kita sudah memulai, sedang atau sudah selesai implementasi rencana kerja tentu dalam pelaksanaannya membutuhkan adanya monitoring dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk mengkaji apakah usaha kita sesuai dengan rencana serta berhasil dengan baik atau banyak kekurangan dalam pelaksanaan, sehingga dapat kita gunakan sebagai bahan evaluasi kedepannya.Monitoring dan evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan menghimpun dan mengkompilasi data kebutuhan bahan dan alat yang akan digunakan sesuai rencana kerja.

2.  Pelaporan dan penyerahan rencana kerja kepada pemegang otoritas kegiatan yang bersangkutan
Pelaporan adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi para pejabat yang lebih tinggi baik secara lisan maupun secara tulisan”. Menurut Suharsimi Arikunto (1998:45) pelaporan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh bawahan untuk menyampaikan hal-hal yangberhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama satu periode tertentu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan pengawasan sering disebut dengan kontrol. Perbedaaan yang mendasar antara pengawasan dan pelaporan adalah bahwa pengawasan menunjuk pada aktifitas pihak atasan, sedangkan pelaporan itu menunjuk pada aktifitas pihak bawahan.

Setelah itu kerjakan soal dibawah ini

Video

MENENTUKAN WAKTU PANEN



MENENTUKAN WAKTU PANEN
 

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menentukan waktu panen.

1. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, maka hal penting yang harus dilakukan adalah  pemeliharaan tanaman selama fase siap produksi. Pada fase ini umur tanaman 1 bulan, perlu dilakukan penambahan pupuk. Penambahan pupuk disesuaikan keadaan tanaman, jika pertumbuhan baik tidak perlu pemupukan, tapi bila kurang baik disarankan menggunakan pupuk Growmore Pospat tinggi. Jika ada gulma, maka lakukan penyiangan gulma disekitar tanaman. Setelah umur 60 hari setelah tanam, harus dilakukan pinching (membuang tunas samping untuk bunga krisan tujuan standart) dan  tipe sprey lakukan toping (membuang bunga pertama).

Gambar 1. pembibitan
  • Aplikasi pupuk susulan
    Setelah tanaman memasuki vase generatif, yaitu tanaman telah berumur 30 hari, maka perlu diaplikasikan pupuk NPK dengan dosis 50 gram per meter persegi, dengan cara pupuk dimasukkan pada larikan antar barisan tanaman.

Gambar 2. tanaman vase generatif
  •  Pengendalian hama 
Gambar 3. pengendalian hama
     Untuk dapat menanggulangi hama, penyakit dan gulma yang mengganggu tanaman,  secara  garis  besar  dapat  ditempuh  dengan  dua  cara  ,  cara preventif dan kuratif . Cara preventif, yaitu tindakan yang dilakukan sebelum tanaman diserang hama dan penyakit dan gulma. Diantaranya yaitu dengan:
a). Pengolahan tanah sempurna,  b). Menanam kultivar yang resisten, c). Mendesinfeksi  Mengingat  tanaman  krisan  adalah  tanaman  hari  panjang, maka untuk mendapatkan bunga yang diharapkan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan, maka perlu dilakukan penambahan cahaya pada tanaman. Penambahan cahaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan cahaya matahari, untuk memacu pertumbuhan organ vegetatif.


Gambar 4. pemberian cahaya

     Untuk tujuan bunga potong, maka penambahan cahaya selama 4 jam sejak tanam,   sampai  umur  1  bulan.  Setelah  sebulan  penambahan  cahaya dihentikan. Teknik meletakan lampu yaitu dengan mengatur setiap titik lampu 3 m, dengan asumsi jangkauan setiap titik lampu 1,5 m. gunakan lampu pijar 75 watt atau lampu mengandung ultra violet 15 watt. Pengaturan nyala lampu untuk penyinaran di malam hari, menggunakan timer. Matikan timer setelah tanaman memasuki vase generatif yaitu pada umur tanaman dilapangan 1 bulan dengan tinggi tanaman berkisar 35-45 cm. Jika tinggi tanaman belum tercapai yaitu kurang dari 35-45 cm, maka perlu ditambah waktu penerangan selama 1 minggu.
  • Pemeliharaan  tanaman
bibit/benih  dalam  larutan  kimia  d).  Mengadakan  rotasi  tanam  dan  e). Menanam tepat waktunya. Cara kuratif, dengan cara biologis, dengan menggunakan musuh alami yaitu predator, parasit dan patogen serangga. Cara kimia yaitu cara pemberantasan hama, penyakit, gulma dengan menggunakan pestisida
2. Tanaman krisan berbunga 3 bulan - 4 bulan setelah pindah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar tanaman krisan tersebut. Pada krisan jenis standar penentuan stadium panen yang tepat adalah ketika bunga telah ½ mekar atau
3 hari - 4 hari sebelum mekar penuh. Untuk krisan jenis spray dapat dipanen dila 75% - 80% dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh (Rukmana dan Mulyana, 1997).
Keadaan bunga siap panen adalah bunga telah mencapai ukuran penuh, intensitas warna hampir mencapai puncaknya, mahkota bunga terbuka 450 terhadap garis vertikal dan mata bunganya masih merapat (Hasim dan Resa,
1995). Sarwono (1992) melaporkan bahwa pemanenan sebaiknya dilakukan
sewaktu bunga mengandung banyak air yaitu sekitar pukul 06.00-08.00. Walupun demikian pemanenan dapat juga dilakukan pada pukul 16.00-17.00.

      Gambar 5. stadia kemekaran bunga
     Karena  pada  jam  tersebut  penghisapan  air  yang  dilakukan  oleh  tanaman berlangsung lebih banyak dari pada penguapanya. Jika pemanenan dilakukan pada siang hari, dikhawatirkan tanaman sudah mulai melakukan metabolisme secara aktif sehingga daya tahan bunga terhadap kelayuan menjadi rendah. Waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari, dimana pada suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat tekanan turgor optimum. Cara panen bunga krisan yaitu  dengan  menentukan  tanaman  siap  panen,  kemudian  dipotong  pada tangkai bunga menggunakan gunting steril sepanjang 60 cm - 80 cm dengan menyisakan tunggal batang setinggi 20 cm – 30 cm dari permukaan tanah. Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 cm x 10 cm seluas 1 ha yaitu
800.000 tanaman.

3. Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari (06.00-08.00) atau sore hari.

Akan tetapi bunga yang telah dipotong sebaiknya direndam di dalam larutan gula (glukosa), agar bunga tidak cepat layu.


Gambar 6. Bunga siap panen
  • Pengumpulan bunga yang telah dipotong
     Bunga Krisan yang telah dipotong langsung dikumpulkan di dalam wadah (tempat  bunga),  segera  disimpan  di  tempat  yang  teduh  dan  aman, terhindar dari percikan air atau kotoran lainnya, sehingga bunga terjaga dari kerusakan yang dapat menurunkan kualitas bunga krisan.
  • Pengangkutan ke Tempat Sortasi
     Setelah  selesai  dikumpulkan,  bunga  krisan  diangkut  ke  tempat  sortasi untuk diseleksi. Di tempat sortasi, sebaiknya pangkal tangkai bunga direndam dulu di dalam bak berisi air bersih agar bunga tidak cepat layu.
  • Seleksi Kualitas
    Bunga krisan hasil panen diletakkan di atas meja, dipisahkan menurut jenis dan warna bunga. Bunga diperiksa satu persatu untuk melihat tingkat kemekaran bunga, panjang-pendek, lurus-bengkok, besar-kecil, dan tegar- lemas (vigor), serta kebersihan daun.
  • Pengelompokan (Gradding) dan Pengikatan Bunga (Bunching)
     Krisan yang telah diseleksi dilakukan pengikatan (grading) kemudian diikat dengan menggunakan tali atau karet dalam jumlah tertentu.
Dalam menentukan grade, hal yang diperhatikan adalah sebagai berikut:
o Panjang tangkai
o Diameter batang bunga
o Diameter bunga saat dipanen
o Kemekaran bunga saat dipanen
o Jumlah bunga mekar dalam batang
o Kesegaran bunga
o Keadaan tangkai bunga
o Keseragaman kultivar
o Keadaan daun 1/3 bagian o Keadaan daun 2/3 bagian o Hama dan penyakit
o Kelenturan
o Jumlah dalam kemasan
o Bentuk rangkaian dalam kemasan
o Pembungkus
o Pengikat
  • Perlakuan pasca panen
     Pada waktu pemanenan bunga sebaiknya dilakukan juga seleksi bunga berdasarkan kualitasnya (grade I dan II). Bunga yang tidak termasuk grade I dan II, sebaiknya tidak dipanen dan dibuang pada saat pembongkaran tanaman. Kriteria untuk grade I dan II adalah sebagai berikut, (Soekarwati,
1999):
  • Grade I
     Bunga mekar (tidak terlalu mekar atau terlalu kuncup), segar, tidak bergerombot, tidak terserang hama penyakit seperti apid, thrips dan sebagainya, pada pinggir bunga tidak ada busuk kehitaman; batang besar (sesuai dengan jenisnya), tegar, lurus dan panjang minimal 75 cm; daun hijau segar, tidak kering dan tidak terserang hama penyakit, seperti leaf miner, white rust, dan sebagainya; Bentuk bunga normal dan tidak ada kelainan-kelainan yang menyimpang dari bentuk atau warna aslinya.
  • Grade II
     Bunga mekar, segar, boleh bergerombol tetapi tidak terserang hama penyakit; batang boleh agak kecil tetapi harus lurus dengan panjang minimal 50 cm; kriteria lain sama dengan kriteria grade I dengan sedikit toleransi, misalnya jika daun terserang hama penyakit tetapi tidak terlalu parah masih dapat dimasukkan dalam grade II.  Pada saat panen, bunga langsung dilakukan pengikatan di lapangan. Bunga yang diikat adalah yang sejenis dan sama gradenya. Jumlah tangkai bunga per ikat disesuaikan   dengan   besarnya   diameter   bunga,   yaitu   minimal berdiameter 20 cm bila dibungkus dan jumlah tangkainya minimal 10 tangkai bunga. Bunga yang sudah diikat, disimpan dalam wadah yang berisi air. Setelah 10 ikat, ikatan tersebut sebaiknya cepat dibawa ke bagian sortasi dan dibungkus dengan kertas pembungkus. Produktifitas krisan cukup baik jika diperoleh 5 bungkus setiap 1 m2 atau 50 tangkai
bunga per m2.

4. Penyimpanan sementara dilakukan untuk penyimpanan bunga dalam jangka waktu pendek (kurang dari 1 hari) yaitu di suhu ruang dengan merendam pangkal tangkainya di dalam bak berisi air bersih. Penyimpanan untuk persediaan (stok) dilakukan untuk jangka waktu yang agak lama bunga harus disimpan di dalam ruang penyimpanan berpendingin (cold storage) dengan
temperatur sekitar 50C dan kelembaban udara yang tinggi, sekitar 90%.
Gambar 7. Penyimpanan bunga
  • Pengepakan
     Untuk  pengiriman  ke  tempat  penjualan,  bunga  krisan  harus  dikemas dalam  karton  atau  kontainer  plastik  yang  berukuran  sesuai  dengan panjang  maksimal bunga, sehingga bunga  bisa diatur  rapi dan  tetap terjaga kualitasnya. Dalam satu karton berukuran 100 x 40 x 40 cm dapat diisi dengan 25 bungkus krisan @ 10 tangkai. Pada karton berukuran 88 x
40 x 40 cm diisi 30 - 35 bungkus @ 10 tangkai. Pada bidang yang berukuran 40 x 40 cm diberi lubang-lubang sebagai tempat pegangan tangan dan juga untuk ventilasi udara. Faktor yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan adalah penentuan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran. Untuk tujuan pemasaran dengan jarak tempuh yang jauh dapat dipilih alat angkut yang dilengkapi fasilitas pendingin yang bersuhu 70C - 80C dan kelembaban 60% - 70%. Kemasan berisi bunga krisan kemudian disusun secara teratur, rapi dan tidak longgar, dalam bak atau box alat angkut.

Gambar 8. Pengepakan bunga
  • Fumigasi
     Fumigasi dilakukan pada krisan tujuan ekspor (bila dipersyaratkan). Fumigasi harus dilakukan secara tepat karena akan mengganggu vase life

Pengiriman

     Pengiriman bunga krisan dengan mobil boks yang sebaiknya dilengkapi dengan pengatur suhu. Selama perjalanan, temperatur di dalam box mobil diusahakan rendah dan stabil pada temperatur sekitar 120C, sehingga kesegaran bunga tetap terjaga dan bunga diterima konsumen dalam keadaan baik.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menentukan Waktu Panen.
1. Menentukan stadia kemekaran bunga dilapangan
2. Menetapkan waktu panen sesuai kriteria yang ditentukan
3. Penyimpanan waktu panen
C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Menentukan waktu panen.
Harus bersikap secara :
1.  Cermat dan  teliti
2.  Taat asas dalam mengaplikasikan langkah-langkah kerja.
3.  Kreatif dalam memodifikasi setiap langkah kerja.

Lihat Video Berikut

MENENTUKAN KRITERIA SAAT PANEN

MENENTUKAN KRITERIA SAAT PANEN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menentukan kritria saat panen.

1. Kriteria panen bunga krisan 

       Mutu bunga krisan bergantung pada penampilan dan daya tahan kesegaranya. Bunga dengan mutu prima tentu mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan bunga potong berkualitas rendah. Untuk mempertahankan mutu bunga potong tetap prima perlu dilaksanakan beberapa perlakuan terutama saat bunga siap panen sampai kepada konsumen. Perlakuan ini mencakup pemanenan, penyimpanan, pengangkutan, dan pemasaran.
       Tanaman krisan berbunga 3 bulan – 4 bulan setelah pindah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar tanaman krisan tersebut. Pada krisan jenis standar penentuan stadium panen yang tepat adalah ketika bunga telah ½ mekar atau 3 hari – 4 hari sebelum mekar penuh. Untuk krisan jenis spray dapat dipanen dilalakuan 75% - 80%
dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.
 
 
Gambar 1. kriteria siap panen 

       Keadaan bunga siap panen adalah bunga telah mencapai ukuran penuh, intensitas warna hampir mencapai puncaknya, mahkota bunga terbuka 450 terhadap garis vertikal dan mata bunganya masih merapat (Hasim dan Resa, 1995). Sarwono (1992) melaporkan bahwa pemanenan sebaiknya dilakukan sewaktu bunga mengandung banyak air yaitu sekitar pukul 06.00-08.00. Walupun demikian pemanenan dapat juga dilakukan pada pukul 16.00-17.00. Karena pada jam tersebut penghisapan air yang dilakukan oleh tanaman berlangsung lebih banyak dari pada penguapanya. Jika pemanenan dilakukan pada siang hari, dikhawatirkan tanaman sudah mulai melakukan metabolisme secara aktif sehingga daya tahan bunga terhadap kelayuan menjadi rendah.
       Waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari, dimana pada suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat tekanan turgor optimum. Cara panen bunga krisan yaitu dengan menentukan tanaman siap panen, kemudian dipotong pada tangkai bunga menggunakan gunting steril sepanjang 60 cm – 80 cm dengan menyisakan tunggal batang setinggi 20cm-30cm dari permukaan tanah. Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 cm x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.000 tanaman


2. Ciri dan Umur Panen 

       Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3 - 4 hari sebelum mekar penuh. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3 - 4 bulan setelah tanam. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen, potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. 


Gambar 2. bunga siap panen 
 
        Bunga krisan tumbuh tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai (tandan) berukuran pendek sampai panjang. Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standar. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 sampai 20 kumtum bunga berukuran kecil. Sedangkan jenis standar pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Selain itu kalangan floriskulturis juga membedakan bentuk bunga krisan dalam lima macam (golongan), yaitu bentuk tunggal, anemone, pompon, dekoratif dan bunga besar. Ciri-ciri kelima bentuk bunga krisan tersebut adalah:
  • Tunggal
Karakteristik bunga tunggal adalah pada tiap tangkai terdapat 1 kumtum bunga, piringan dasar bunga sempit, dan susunan mahkota bunga hanya satu lapis
  • Anemone
Bentuk bunga anemone mirip dengan bunga tunggal, tetapi piringan dasar bunganya lebar dan tebal. 
  • Pompon 
Bentuk bunga bulat seperti bola, mahkota bunga menyebar kesemua arah, dan piringan dasar bunganya tidak tampak.
  • Dekoratif 
Bunga berbentuk bulat seperti pompon, tetapi mahkota bunganya bertumpuk rapat, ditengah pendek dan bagian tepi memanjang.
  • Bunga besar
Karakteristiknya adalah pada tiap tangkai terdapat satu kuntum bunga, berukuran besar dengan diameter lebih dari 10 cm. piringan dasar tidak tampak, mahkota bunganya memiliki banyak variasi, antara lain melekuk ke dalam atau ke luar, pipih, panjang, bentuk sendok dan lain-lain.
 

Gambar 3. bunga krisan siap panen
  • Daun
Daun pada tanaman krisan merupakan ciri khas dari tanaman ini. Bentuk daun tanaman krisan yaitu bagian tepi bercelah atau bergerigi, tersusun berselang-seling pada cabang atau batang.
  • Buah dan biji
Buah yang dihasilkan dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan berwarna cokelat sampai hitam. 

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menentukan kriteria saat panen 

Menentukan bunga yang akan dipanen berdasarkan persentase.
a. Pemilihan alat-alat dan menetapkan persentase kemekaran bunga.
b. Kesesuaian pemilihan peralatan akan mempermudah dalam operasional atau pelaksanaan pekerjaan pemanenan bunga.
c. Menetapkan bunga berdasarkan pesentase kemekaran bunga 


Gambar 4. Kemekaran bunga

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Menentukan kriteria saat panen 

Harus bersikap secara :
1. Cermat dan teliti.
2. Taat asas dalam mengaplikasikan langkah-langkah kerja.
3. Kreatif dalam memodifikasi setiap langkah kerja.

MENENTUKAN TANAMAN MENGHASILKAN

MENENTUKAN TANAMAN MENGHASILKAN  



Pengetahuan yang diperlukan dalam Menentukan tanaman menghasilkan

1. Identifikasi dan deskripsi sesuai kriteria tanaman menghasilkan

    Sayuran harus dipanen pada tahap kemasakan (maturity) yang tepat. Sayuran tertentu harus dipanen pada tahap pertumbuhan yang tepat, jika tidak, sayuran tersebut akan cepat tidak dapat dikonsumsi lagi, seperti mentimun gerkhin, jagung manis, kapri, okra, kedelai, kacang panjang, paria, terung dan asparagus. Pertimbangan harga merupakan faktor penentu waktu panen. Jarak antara pasar dengan lama waktu sayuran masih layak dikonsumsi harus pula dipertimbangkan. Sebagai contoh, untuk pasar yang dekat, tomat dapat dipanen pada saat sudah matang (warna merah) atau dekat dengan matang, akan letapi apabiba jarak pasarnya jauh (> 500 km) sehingga rantai pemasarannya panjang, tomat harus dipanen pada saat masak hijau (green mature). Beberapa tanaman sayur ddpat dipanen pada tahap setelah bagian yang dapat dimakan tebah mencapai ukuran yang sudah dapat dimanfaatkan, misalnya seperti ubi jalar, labu Siam, Sawi putih dan pak-choi.

     Tanaman sayuran dapat dipanen apabila sayuran tersebut sudah mencapai masak fisiologis atau telah masak komersial. Masak fisiologis terjadi apabila pertumbuhan (development) dan kemasakan (maturation) dan sayuran telah maksimum. Jadi masak fisiologis merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan organ tanaman. Contoh tanaman sayuran yang dipanen pada saat masak fisiologis adalah tomat, semangka dan melon. Masak komersial adalah tercapainya kondisi organ tanaman telah sesuai dengan selera konsumen. Masak komersial ini tidak selalu bersamaan dengan masak fisiologis, bisa lebih awal atau lebih akhir. Masak komersial dapat terjadi pada tahapan perkembangan (development) atau penuaan (senescence) dan organ tanaman sayur. Gambar 1 memperlihatkan umur fisiologis pada saat masak komersial dan beberapa komoditas hortikultura termasuk sayuran.




Gambar 1. Umur fisiologis pada saat masak komersial dan beberapa komoditas
Panen sayuran biasanya didasarkan atas kriteria tertentu yang tergolong dalam masak komersial yang mencakup penampakan dan tingkat perkembangan atau kemasakan yang masih dapat diterima oleh konsumen.
Penentuan saat panen sayuran didasarkan atas:

a.  Visual : Adanya perubahan warna, perubahan bentuk dan ukuran,daun mulai menua(senercense), tubuh tanaman mengeriang dan buah/biji sudah berkembang penuh
b. Fisik : Buah mudah dilepaskan dari tangkainya,perubahan tingkat kekerasan buah dan meningkatnya berat jenis buah
c.  Fisiologis: Mengukur pola respirasi untuk menentukan tingkat kematangan, yaitu perbandingan  CO2 dan O2
d.   Kimia : Meningkatnya kandungan gula dan menurunnya kandungan asam
e. Komputasi : Menghitung (menjumlahkan) suhu harian mulal sejak benih ditanam sampai komoditas siap dipanen (degree days atau heats unit), dan Menghitung umur tanaman sejak benih ditanam sampai komoditas siap dipanen.

    Panduan untuk panen beberapa komoditas sayuran tercantum dalam Tabel 9. Sebagian besar sayuran, tanda-tanda siap panennya berdasarkan pada kenampakan visualnya. Dan kenampakan visual tersebut kemungkinan untuk petani tanaman sayur dalam skala usaha kecil dan untuk pasar lokal sudah mencukupi tetapi harus diingat bahwa lingkungan tumbuh tanaman sayur juga mempengaruhi kenampakan visual sayuran tersebut. Sebagai contoh, pemberian nitrogen yang tinggi akan menghasilkan tanaman sayur dengan intensitas warna hilau yang lebih kuat (warna lebih hijau). Suhu yang tinggi setelah tomat dipanen akan menyebabkan tomat tidak dapat memberikan warna merah yang disukai oleh konsumen, tetapi warnanya akan menjadi oranye kekuningan.

Komoditas sayuran Tanda-tanda siap panen

Sayuran umbi akar, bulb dan tuber  
1.Lobak
Akar sudah cukup besar dan renyah
Varietas genjah 3-4 minggu setelah tanah Varietas dalam : 8-14 minggu setelah tanam.
2.Wortel 
Akar sudah cukup besar (diameter ± 2 cm) dan renyah.
3.Kentong, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, ketela rambat, jahe
Bagian atas tanaman (daun-daun dan batang) sudah mengering dan rebah (lewat masak umbi keras/liat dan berserat).
4 Bawang sayur (green onion) 
Panjang dan lebar daun mencapai maksimum.
Sayuran batang
1. Asparagus 
Batang muda tingginya sudah mencapai 12,5- 20 cm dan sebelum pucuk batang pecah mengeluarkan daun-daun. 

Sayuran daun
1. Selada, pak choi, sawi
2. Kubis
Daun dan pelepah daun cukup besar dan cukup keras tetapi belum berbunga (kelewat masak daun dan pelepahnya menjadi ulet dan pahit, tangkai bunga memanjang).
3. Seledri
Daun cukup besar tetapi sebelum menjadi berserat.

Sayuran buah
1. Kacang panjang, kecipir, buncis,kapri
Polong sudah tenisi tetapi biji di dalamnya masih sangat muda dan bila polong dipatahkan berbunyi, ujung polong sudah bisa dibengkokkan.
2. Kacang
Polong sudah terisi penuh dan mulai kehilangan warna hijau (berubah men jadi coklat), kandungan pati dan protein meningkat.
3. Okra 
Polong sudah terisi penuh tetapi masih muda,ujung polong bila dipatahkan berbunyi, laju pertumbuhan sudah maksimum.  
4. Labu botol (labu air), gambas, pare
Buah masih dalam tahap pertumbuhan, kulit masih lunak, sebelum masak. Kelewat masak bila buah dipijit dengan ujung kuku ibu jan tidak dapat menembus daging buah.
5. Terong, pare, labu siam, mentimun
Buah sebelum masak (immature), kulit buah halus, berwarna cerah (tajam). Apabila kelewat masak warna kulit buah menjadi pudar atau berubah dan ukuran biji menjadi besar dan keras.
6. Jagung manis
Jika ujung kuku ibu jari menekan biji (kernel) maka akan keluar cairan seperti susu.
7. Tomat
Warna buah berubah dan hijau menjadi warna jingga. Apabila buah dibelah biji tergelincir keluar menempel pada pisau.
8. Cabai
Warna buah hijau tua menjadi hijau pudar atau merah.
9. Blewah
Buah mudah dilepaskan dan tangkainya dengan diputar ringan.
10. Melon
Terjadi perubahan warna daging buah dan hijau keputihan terang menjadi cream, aroma buah menyengat. Buah mudah dilepaskan dan tangkainya dengan diputar ringan.
11. Semangka 
Warna bagian pangkal buah berubah menjadi cream, jika buah ditepuk akan berbunyi nyaring bergema. 

2. Menentukan populasi tanaman yang memenuhi kriteria tanaman menghasilkan
    Pada budidaya tanaman hortikultura yang dilakukan penanaman secara serentak, pada hari yang sama akan menghasilkan keseragaman waktu panen/tingkat kematangan buah. Maka proses panen dapat dilakukan secara serentak/ bersamaan. Oleh kerana itu, jika tanaman sampling siap panen, sesuai kriteria panen maka secara keseluruhan tanaman dapat dipanen bersamaan dan dapat menentukan taksi hasil produksi tanaman. Perhitungan taksasi hasil tentunya harus mengetahui jumlah populasi tanaman terlebih dahulu.
Menghitung jumlah populasi memang sangat penting dilakukan untuk menghindari kerugian karena mengalami kekeliruan dalam menyediakan benih atau bibit yang akan di butuhkan, kebutuhan sarana prasarana dan jumlah tanaga kerja.


Setelah itu kerjakan soal di bawah ini
 
Video contoh menentukan waktu panen semangka